Allah yang Maha Kuasa di Surga dan bumi tidak membeda-bedakan orang—Dia mengasihi semuanya. Allah adalah kasih dan Bapa segala terang. Semua bangsa berasal dari satu darah dan
ditebus melalui darah-Nya, Yesus Kristus. Akan tetapi, tidak semua bangsa di bumi sudah berpartisipasi dalam membawa penebusan ini. Allah dalam Perjanjian Baru membagi manusia menjadi tiga kelompok: Yahudi, Gentiles (bangsa-bangsa non-Yahudi—yang ‘kafir’ alias tidak mengenal Allah), dan Gereja (Tubuh Kristus): Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang non-Yahudi, maupun Jemaat Allah (1 Korintus 10:32).
Dia mengasihi mereka semua dan memiliki suatu rencana bagi mereka semua. Bapa Surgawi kita tidak menghendaki ada seorang pun binasa, dan agar semua orang menerima keselamatan dalam Kristus Yesus. Pada zaman Nuh, kita melihat bahwa setelah air bah, Nuh menggarap bumi (lihat Kejadian 9). Nuh melahirkan bangsa-bangsa; dan dari bangsa-bangsa, Allah mengkhususkan bagi diri-Nya suatu umat melalui Abraham, Ishak, dan Yakub, yang dikenal sebagai bangsa Yahudi. Allah telah membuat suatu perjanjian dengan Abraham: Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:1-3).
ditebus melalui darah-Nya, Yesus Kristus. Akan tetapi, tidak semua bangsa di bumi sudah berpartisipasi dalam membawa penebusan ini. Allah dalam Perjanjian Baru membagi manusia menjadi tiga kelompok: Yahudi, Gentiles (bangsa-bangsa non-Yahudi—yang ‘kafir’ alias tidak mengenal Allah), dan Gereja (Tubuh Kristus): Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang non-Yahudi, maupun Jemaat Allah (1 Korintus 10:32).
Dia mengasihi mereka semua dan memiliki suatu rencana bagi mereka semua. Bapa Surgawi kita tidak menghendaki ada seorang pun binasa, dan agar semua orang menerima keselamatan dalam Kristus Yesus. Pada zaman Nuh, kita melihat bahwa setelah air bah, Nuh menggarap bumi (lihat Kejadian 9). Nuh melahirkan bangsa-bangsa; dan dari bangsa-bangsa, Allah mengkhususkan bagi diri-Nya suatu umat melalui Abraham, Ishak, dan Yakub, yang dikenal sebagai bangsa Yahudi. Allah telah membuat suatu perjanjian dengan Abraham: Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:1-3).